Kamis, 26 Februari 2026

Kunyit

 Kunyit

Kunyit
Curcuma longa
Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan:Plantae
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Monokotil
Klad:Commelinidae
Ordo:Zingiberales
Famili:Zingiberaceae
Genus:Curcuma
Spesies:
C. longa
Nama binomial
Curcuma longa
Sinonim

Curcuma domestica Val.

Rizoma kunyit

Kunyit atau kunir (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini tersebar dari daerah MalaysiaIndonesia, dan negara negara di Asia Tenggara hingga Australia bahkan Afrika. Bagian akarnya yang disebut rimpang merupakan rempah penting yg digunakan secara luas sebagai obat tradisional, minuman kesehatan dan pewarna alami, dan bumbu pada masakan.[3] Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai bumbu masakan, jamu, minuman kesehatan maupun obat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean (Zingiberaceae). Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal di antaranya seperti unin (Ambon), gorachi (Ternate) yang berarti emas,[4] turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), janar (Banjar), kunir (Jawa), konéng (Sunda), huni (Bima), konyè' (Madura), Kunyir (Komering). Cahang (Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Uinida (Talaud), Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo), dan masih banyak sebutan unik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mengingat di indonesia memiliki wilayah dan bahasa yang sangat beragam.[5]

Kegunaan

Tanaman Kunyit

Kunyit adalah salah satu rempah yang biasa digunakan dalam masakan di negara-negara Asia. Kunyit sering digunakan dalam masakan sejenis gulai. Selain penambah rasa, juga digunakan untuk memberi warna kuning pada masakan, atau sebagai pengawet.[6] Produk farmasi berbahan baku kunyit, mampu bersaing dengan berbagai obat paten. Contoh produk farmasi berbahan kunyit misalnya untuk peradangan sendi (arthritis-rheumatoid) atau osteo-arthritis berbahan aktif diklofenakpiroksikam, dan fenilbutazon mempunyai harga yang relatif mahal. ada juga suplemen makanan (Vitamin-plus) dalam bentuk kapsul.

Produk bahan jadi dari ekstrak kunyit berupa suplemen makanan dalam bentuk kapsul (Vitamin-plus) pasar dan industrinya sudah berkembang. Suplemen makanan tersebut dibuat dari bahan baku ekstrak kunyit dengan bahan tambahan Vitamin B1, B2, B6, B12, Vitamin ELesitinAmprotabMg-stearatNepagin dan Kolidon 90.[7]

Dan juga daun kunyit juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dikarenakan zat antioksidan dan antiradang kurkumin di dalam kunyit yang dapat membantu mencegah kambuhnya gangguan pencernaan seperti perut kembung. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hasil penelitian yang menyebutkan bahwa manfaat daun kunyit tidak kalah dengan rimpangnya. Kandungan kurkumin pada daun kunyit diyakini dapat memacu kinerja empedu yang merupakan salah satu organ penting yang dibutuhkan sistem pencernaan. Daun kunyit juga memiliki khasiat lain yaitu, menyembuhkan luka, mencegah diabetes, sebagai anti inflamasi dan sebagai anti radang (manfaat antiradang dan anti inflamasi pada daun kunyit berasal dari zat kurkumin yang terkandung di dalamnya). Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Arizona dan dipublikasikan dalam Journal of Natural Production, kandungan antiradang kurkumin di dalam kunyit dapat membantu meringankan gejala nyeri sendi, seperti osteoarthritis dan rheumatoid.

Sebagai obat

Induk kunyit

Umbi (rimpang) yang berumur lebih dari satu tahun dapat dipakai sebagai obat, umbi (rimpang) kunyit berkhasiat untuk mendinginkan badan, membersihkan, memengaruhi bagian perut khususnya pada lambung,[8][9] merangsang, melepaskan lebihan gas di usus, menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah.[10] Selain dari itu juga digunakan sebagai bahan dalam masakan sebagai perasa dan pewarna dalam beberapa jenis olahan makanan guna memberikan cita rasa pengonsumsinya.[11]

Kunyit juga digunakan sebagai obat anti gatal, antiseptik dan antikejang serta mengurangi pembengkakan selaput lendir mulut. Kunyit dikonsumsi dalam bentuk perasan yang disebut filtrat, juga diminum sebagai ekstrak atau digunakan sebagai salep untuk mengobati bengkak dan terkilir. Kunyit juga berkhasiat untuk menyembuhkan hidung yang tersumbat, caranya dengan membakar kunyit dan menghirupnya untuk memperlancar pernapasan.[6]

Kunyit bisa dipakai untuk menyembuhkan beberapa hal yang berkaitan dengan penyimpangan pada kerja ginjal,[12] terutama pada beberapa kasus-kasus yang ditandai dengan bau badan yang tidak sedap dan mata yang tidak tahan terhadap sinar matahari, kunyit sangat efektif jika dikonsumsi secara teratur dan rutin, yaitu dengan meminum segelas seduhan jus kunyit berupa sari patinya tanpa ampas, selama 2 minggu berturut-turut.

Cara sederhana mengolah kunyit:

  1. Ambil segenggam kunyit, lalu kupas kulitnya sampai bersih
  2. Parut atau jus dengan blender (biasa ditambahkan air secukupnya)
  3. Didihkan 2-3 kali (biasa ditandai dengan pemuaian)
  4. Tambahkan garam sedikit untuk memberikan tambahan cita rasa (seujung sendok)
  5. Saring dan peras untuk mengambil sari patinya saja
  6. Tuangkan perasan jeruk nipis (1 - 3 biji, sesuai selera)
  7. Tambahkan gula atau madu jika diperlukan
  8. Kunyit siap untuk diminum (lebih baik dalam keadaan hangat)

Ramuan di atas juga sangat efektif untuk menyembuhkan flu/demam pada ibu-ibu yang hamil (tidak perlu dilakukan setiap hari, biasanya 1-2 hari sudah bisa sembuh), sehingga terhindar dari penggunaan obat-obatan kimia yang bisa berbahaya terhadap janin yang dikandungnya. Bila dikonsumsi oleh para ibu hamil, dipercaya bayi yang lahir akan bersih dari lemak-lemak yang sering kali menempel atau menutupi seluruh badan bayi.[butuh rujukan]

Sebagai Pewarna

Selain untuk pemanfaatan sebagai obat, kunyit juga bisa memberikan manfaat sebagai bahan pewarna alami. Pigmen aktif pada kunyit yang dapat mewarnai jaringan tumbuhan dan memberikan warna kuning adalah kurkuminoid. Proses pembuatan pewarna alternatif menggunakan kunyit dimulai dari mengambil filtrat kunyit. Filtrat kunyit diperoleh dari rimpang kunyit yang diparut halus dan diperas untuk diambil airnya saja. Filtrat kunyit tidak membutuhkan pelarut tambahan. Filtrat induk dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian A (filtrat kunyit tanpa penambahan air kapur) dan B (filtrat kunyit yang ditambahkan air kapur). Pewarna yang telah jadi kemudian digunakan untuk mewarnai seperti pada jaringan tumbuhan misalnya pada batang melinjo dengan menggunakan maserasi dengan metode Jeffery.[13]

Kewaspadaan Penggunaan Oral Kunyit

Meskipun kunyit memiliki segudang manfaat terutama dalam penggunaan sebagai obat, kunyit juga perlu diwaspadai terkait efek samping yang dapat ditimbulkan setelah dikonsumsi. Menurut Waghrame et al, (2017), dalam penggunaan kunyit sebagai obat oral atau obat yang dikonsumsi melalui pencernaan (mulut) diperlukan kewaspadaan atas beberapa hal yaitu sebagai berikut.

  1. Karsinogenesismutagenesis, penurunan kesuburan. Rhizoma Curcuma longa tidak mutagenik in vitro.
  2. Kehamilan: efek teratogenik. Oral Rhizoma Curcuma longa tidak tetratogenic pada tikus atau mencit.
  3. Kehamilan: efek non-teratogenik. Keselamatan Rhizoma Curcumae Longae selama kehamilan belum ditetapkan. Sebagai tindakan pencegahan obat tidak harus digunakan selama kehamilan kecuali pada saran medis
  4. Ibu menyusui. sekresi obat ke dalam ASI dan dampaknya pada bayi baru lahir belum ditetapkan. Sampai data tersebut tersedia, obat tidak boleh digunakan selama menyusui kecuali pada nasihat medis
  5. Penggunaan Pediatric. Keamanan dan efektivitas obat pada anak-anak belum ditetapkan.
  6. Reaksi merugikan dermatitis alergi telah dilaporkan. Reaksi terhadap patch pengujian terjadi paling umum pada orangyang secara teratur terkena substansi atau yang sudah memiliki dermatitis dari ujung jari. Orang yang sebelumnya tidak terkena obat memiliki beberapa reaksi alergi.[14]

Kandungan kimia

Rimpang kunyit yang diolah menjadi serbuk

Kunyit indonesia mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumindesmetoksikumin sebanyak 10% dan bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5% dan zat- zat bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri yang terdiri dari Keton seskuiterpenaturmeronatumeon 60%, Zingiberen 25%, felandrensabinenaborneol dan sineil. Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1 sampai 3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium. Pada pemanenan tanaman kunyit yang berusia 10 bulan, akan diperoleh rimpang kunyit dengan berat rata-rata 6,30 gram dari setiap satu pokok tanaman kunyit, dan rata-rata kandungan kurkumin sebanyak 170,1 mg atau sebesar 2,7%. Kemudian pada analisis LC MS menunjukkan bahwa pada serbuk rimpang kunyit mengandung beberapa senyawa dengan konsentrasi yang bermacam-macam. Konsentrasi tertinggi adalah senyawa kurkumin jika dibandingkan dengan konsentrasi senyawa yang lain.[15]

Kandungan utama kunyit adalah kurkumin dan minyak asiri yang berfungsi untuk pengobatan hepatitisantioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba, anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar, anti invasi, anti rheumatoid arthritis (reumatik),[16] diabetes melitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan; haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI; amandel, berak lendir, morbili, cangkrang (waterproken).

Kunyit juga mempunyai prospek yang cerah pada sektor industri hilir dalam berbagai bentuk misalnya seperti ekstrak, minyak, pati, makanan/minuman, kosmetika, produk farmasi dan IKOT/IOT.

Karakteristik tumbuhan

Kunyit

Tumbuhan kunyit merupakan tumbuhan semak dengan tinggi tanaman sektar 70 cm. Karakteristik batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, berwarna hijau kekuningan. Kunyit memiliki bunga majemuk yang berambut dan bersisik dengan panjang tangkai sekitar 16–40 cm. Mahkota bunga berupa kelopak silindris, berwarna kuning, berukuran panjang sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm. Bagian akar berwarna coklat muda dan termasuk jenis akar serabut.[5]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kangkung

 Kangkung Kangkung Status konservasi Risiko Rendah     ( IUCN 3.1 ) [ 1 ] Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Klad : Tracheophyta Klad : An...